SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Adab Berdo’a

Terbit 14 September 2021 | Oleh : Team Mdc | Kategori : Tasawuf
Adab Berdo'a

Rangkuman Ngaji Mauidhotul Mukminin
Selasa, 14 September 2021
Oleh : DR. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA

بسم الله الرحمن الرحيم

ADAB BERDOA

Dalam Kitab Mauidhotul Mukminin terdapat sepuluh etika/ adab dalam berdoa :

Kelima

Dalam berdoa tidak membebani dengan memaksakan suatu sajak. Yang lebih utama yaitu berdoa tidak melampaui yang telah diriwayatkan Rasulullah SAW. Sebab dalam berdoa terkadang berlebihan, dan meminta sesuatu yang tidak maslahat/ tidak patut. Serta, tidak semua orang cakap dalam berdoa.

Keenam

Berdoa dengan mendekatkan diri, khusyu’ dan penuh harap. Seperti yang ada dalam Surat Al-A’raf ayat 55 :
{ اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً }
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut.”

Ketujuh

Berdoa dengan yakin, bahwa harapannya akan dikabulkan/ diijabah Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: “Ketika di antara kalian berdoa, maka jangan sampai mengatakan, Ya Allah ampunilah dosa-dosaku jika Engkau menghendaki, berilah rahmat padaku jika Engkau menghendaki, akan tetapi hendaknya ia berdoa dengan mantap. Karena sesungguhnya tidak ada yang bisa memaksa Allah SWT.”

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ketika di antara kalian berdoa, hendaknya meminta yang banyak dan besar, karena sesungguhnya tidak ada yang banyak dan yang besar menurut Allah SWT.”

Nabi Saw bersabda: “Berdoalah kalian semua kepada Allah dengan yakin bahwa akan dikabulkan. Dan ketahuilah sungguh Allah Azza wa Jalla tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lupa.”

Kedelapan

Hendaknya berdoa dengan terus menerus dan mendesak. Dan setiap berdoa, mengulangi sebanyak tiga kali, serta tidak merasa doanya dilambatkan/ ditunda dalam dikabulkan.

Kesembilan

Membuka doa dengan dzikir kepada Allah SWT. Tidak langsung meminta/ memohon. Kemudian membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, begitu pula di akhir/ penutup doa.

Kesepuluh

Adab atau etika batin, yang menjadi sebab/ asal terkabulnya doa. Yaitu taubat, mengembalikan barang yang dizalimi, dan menghadap kepada Allah SWT dengan sepenuh hati. Merupakan sebab dekatnya terkabulnya doa.

والله أعلم بالصواب

SebelumnyaRangkuman Pengaosan Kitab Bulughul Maram BAB 3: Menghilangkan Najis dan Penjelasannya SesudahnyaGus H. Moh Arwani Thomafi, Aggota MPR/DPR RI, Ketua Komisi V/Fraksi PPP bersama rombongan sowan ke Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan "Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang"

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya