SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Rangkuman Ngaji Tafsir Jalalain Surat Al-A’raf:90-94

Terbit 25 Februari 2024 | Oleh : Admin | Kategori : Tafsir
Rangkuman Ngaji Tafsir Jalalain Surat Al-A'raf:90-94

Rangkuman Ngaji Tafsir Jalalain
Ahad, 25 Februari 2024
Oleh : DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA
========================
Surat Al-A’raf ayat 90

وَقَالَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا ِانَّكُمْ اِذًا لَّخَاسِرُوْنَ

Artinya : “Para pemuka orang-orang yang kufur dari kaumnya berkata kepada sesamanya, “Sungguh, jika kamu mengikuti Syuʻaib AS, niscaya kamu benar-benar menjadi orang-orang yang rugi.”

Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang kafir di antara kaum Nabi Syuaib AS, yaitu pemuka-pemuka mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah SWT dan mendustakan rasul-Nya sudah berbuat kedhaliman, antara lain dengan menghalang-halangi orang lain untuk beriman kepada Nabi Syuaib AS dan agama yang dibawanya. Orang-orang kafir tersebut berkata jika mereka beriman dan mengikuti seruan Syuaib AS yang mengajak kepada agama tauhid, niscaya mereka akan merugi akibat perbuatan itu.

Surat Al-A’raf ayat 91

فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جَاثِمِيْنَۙ

Artinya : “Maka, gempa dahsyat menimpa mereka sehingga mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam reruntuhan tempat tinggal mereka.”

Ayat ini menjelaskan bahwa tak berselang lama, datanglah gempa yang dahsyat menimpa mereka, sebagai bentuk siksa Allah SWT yang pantas mereka terima, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka.

Surat Al-A’raf ayat 92

الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا شُعَيْبًا كَاَنْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَاۚ اَلَّذِيْنَ كَذَّبُوْا شُعَيْبًا كَانُوْا هُمُ الْخَاسِرِيْنَ

Artinya : “Orang-orang yang mendustakan Syuʻaib AS seakan-akan belum pernah tinggal di negeri itu. Mereka yang mendustakan Syuʻaib AS itulah orang-orang yang rugi.”

Ayat ini menjelaskan bahwa akibat yang akan diderita oleh orang-orang yang telah mengancam untuk mengusir Nabi Syuaib AS dari Madyan, merekalah yang rusak binasa dan hilang lenyap, sehingga seakan-akan mereka tak pernah hidup dan mendiami negeri ini. Demikian juga orang-orang yang mendustakan Nabi Syuaib AS dan mengatakan bahwa siapa yang mengikuti agamanya pasti akan merugi, justru merekalah yang benar-benar merugi, sedang orang-orang yang beriman dan mengikuti agama yang dibawa oleh Nabi Syuaib AS mereka akan selamat dan memperoleh ridla Allah SWT.

Surat Al-A’raf ayat 93

فَتَوَلّٰى عَنْهُمْ وَقَالَ يٰقَوْمِ لَقَدْ اَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّيْ وَنَصَحْتُ لَكُمْۚ فَكَيْفَ اٰسٰى عَلٰى قَوْمٍ كَافِرِيْنَ

Artinya : “Ketika Syuʻaib AS yakin adzab akan menimpa kaum kafir, ia meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, sungguh aku benar-benar telah menyampaikan risalah Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihatimu. Maka, bagaimana aku akan bersedih terhadap kaum kafir?”

Ayat ini menjelaskan bahwa ketika Nabi Syu’aib AS melihat kehancuran yang menimpa kaumnya, ia berpaling dari mereka. Sesungguhnya Nabi Syu’aib AS telah menyampaikan kepada mereka pesan-pesan Tuhan yang dapat membawa kepada kebaikan jika mereka lakukan. Nabi Syu’aib AS juga sudah berusaha keras memberikan petunjuk dan berupaya menyelamatkan mereka, tetapi mereka malah memilih kehancuran.

Surat Al-A’raf ayat 94

وَمَآ اَرْسَلْنَا فِيْ قَرْيَةٍ مِّنْ نَّبِيٍّ اِلَّآ اَخَذْنَآ اَهْلَهَا بِالْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُوْنَ

Artinya : “Kami tidak mengutus seorang nabi pun di suatu negeri, lalu penduduknya mendustakan nabi itu, melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka tunduk dengan merendahkan diri.”

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa salah satu dari ketetapan Allah SWT yang berlaku ialah bahwa Dia mengutus rasul-Nya kepada suatu umat, kemudian apabila umat tersebut mendustakan rasul-Nya, maka Allah SWT menimpakan cobaan kepada umat tersebut, berupa kesempitan rezeki dan penderitaan. Cobaan tersebut dimaksudkan untuk menyadarkan mereka sehingga menjadi umat yang tunduk dan rendah hati dengan ikhlas berdoa kehadirat Allah SWT agar mereka dilepaskan dari adzab tersebut.

والله أعلم بالصواب
========================

SebelumnyaRaih Keistimewaan Malam Nisfu Sya'ban, Santri Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang, Amalkan Anjuran Rasulullah SAW dan Para Ulama SesudahnyaBarakallah! Gus Ahmad Syauqi Istiqlaly Fadlolan, Putra Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang, Langsungkan Akad Nikah di Kediaman Ning Nafila Inayata

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya