SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Kajian Tafsir Jalalain | An-Nisa: 81-83 | DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. | 29 Agustus 2021

Terbit 29 Agustus 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Tafsir
Kajian Tafsir Jalalain | An-Nisa: 81-83 | DR. KH. Fadlolan Musyaffa', Lc., MA. | 29 Agustus 2021

CIRI-CIRI ORANG MUNAFIK: APA YANG DIKATAKAN TIDAK SAMA DENGAN YANG ADA DI HATI

Kajian Tafsir hari ini masih membahas tentang ciri-ciri orang munafiq. Dalam ayat 81 surat An-Nisa dijelaskan bahwa orang munafiq ketika berada didepan Rasulullah SAW, mereka berkata bahwa “kewajiban kami hanyalah taat Ya Rasulullah”, akan tetapi, ketika mereka berada dibelakang Rasulullah SAW, mereka diam-diam mengatur dan menyembunyikan siasat lain yang berbeda dengan Rasulullah.

Allah SWT kemudian menjelaskan bahwa alasan mereka berbuat demikian adalah karena mereka tidak menghayati keindahan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah indah (dari segi tata bahasa dan isinya) dan terjaga keasliannya karena diturunkan langsung oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW melalui malaikat Jibril AS. Kemudian secara turun-temurun dijaga oleh para sahabat, para tabiin, tabi’ut tabiin, para alim ulama serta dijaga didalam hati dan fikiran para penghafal Al-Qur’an.

Ayat selanjutnya menjelaskan tentang ciri-ciri kaum munafiq yang lain yaitu gemar menyebarkan berita tanpa tabayun (mencari kebenaran) pada pihak yang berwenang terlebih dahulu. Dalam QS. An-Nisa ayat 83 dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bahkan sampai sakit hati karena perilaku kaum munafiq tersebut.

Pembahasan hari ini kemudian ditutup dengan Firman Allah SWT yang menegaskan bahwa “sekiranya Allah SWT tidak menganugerahkan agama Islam sebagai fadhol dari Allah SWT dan Allah tidak menurunkan Al-Qur’an sebagai bagian dari Rahmat-Nya, niscaya kamu akan menjadi golongan yang mengikuti syaitan. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan umat yang selalu mendapatkan petunjuk-Nya. Aamiin allahumma aamiin.

Wallahu a’lam bis shawab..
============

SebelumnyaRoan Bersama || Santri Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan SesudahnyaMulianya Seseorang Yang Memiliki Ilmu

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya