SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Rangkuman Ngaji Tafsir Jalalain Surat Al-A’raf:95-99

Terbit 10 Maret 2024 | Oleh : Admin | Kategori : Tafsir
Rangkuman Ngaji Tafsir Jalalain Surat Al-A'raf:95-99

Rangkuman Ngaji Tafsir Jalalain
Ahad, 10 Maret 2024
Oleh : DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA
========================
Surat Al-A’raf ayat 95

ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتّٰى عَفَوْا وَّقَالُوْا قَدْ مَسَّ اٰبَاۤءَنَا الضَّرَّاۤءُ وَالسَّرَّاۤءُ فَاَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

Arinya : “Kemudian, Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan sehingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak. Lalu, mereka berkata, “Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan.” Maka, Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari.”

Ayat ini menerangkan bahwa ketika para penduduk desa tidak menyadari kesalahan mereka dan terus ingkar, kemudian Allah SWT mengganti penderitaan itu dengan kesenangan; yang miskin menjadi kaya, yang sakit menjadi sehat, dan yang lemah menjadi kuat, sehingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak. Lalu dengan bodoh mereka berkata bahwa nenek moyang mereka telah merasakan penderitaan dan kesenangan. Kesenangan dan kesulitan yang dialami oleh leluhur mereka hanyalah masalah waktu. Mereka tidak berpikir bahwa itu adalah balasan atas kekafiran mereka. Mereka terus larut dalam kedurhakaan, maka Allah SWT menimpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba tanpa mereka sadari kedatangannya, sehingga tidak ada lagi kesempatan mereka bertobat dan memohon.

Surat Al-A’raf ayat 96

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Artinya : “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan para rasul dan ayat-ayat Kami. Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.”

Ayat ini menjelaskan bahwa sekiranya para penduduk desa itu beriman kepada apa yang dibawa oleh Rasul dan bertakwa, yakni melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, pasti Allah SWT akan melimpahkan kepada mereka berkah, yaitu pintu-pintu kebaikan dari segala penjuru; langit dan bumi, berupa hujan, tanaman, buah-buahan, binatang ternak, rezeki, rasa aman, dan keselamatan dari segala macam bencana, serta kesejahteraan lahir dan batin lainnya, tetapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat dan rasul-rasul Allah SWT, maka mereka mendapat siksa disebabkan kekufuran dan kemaksiatan yang terus menerus mereka kerjakan.

Surat Al-A’raf ayat 97

اَفَاَمِنَ اَهْلُ الْقُرٰٓى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَّهُمْ نَاۤئِمُوْنَۗ

Artinya : “Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari siksa Kami yang datang pada malam hari ketika mereka sedang tidur?”

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT memberi peringatan kepada orang-orang yang ingkar. Mereka merasa aman dan tidak mempunyai kekhawatiran sedikitpun akan datangnya adzab Allah SWT kepada mereka, yang mungkin saja menimpa mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur dalam keadaan lalai dari kedatangan adzab itu.

Surat Al-A’raf ayat 98

اَوَاَمِنَ اَهْلُ الْقُرٰٓى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَّهُمْ يَلْعَبُوْنَ

Artinya : “Atau, apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari siksa Kami yang datang pada waktu dluha (waktu menjelang tengah hari) ketika mereka sedang bermain?”

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT mencela tingkah laku orang-orang yang ingkar, yaitu mereka tampak tidak mempunyai kekhawatiran tentang kemungkinan datangnya adzab Allah SWT ketika mereka dalam keadaan lalai. Allah SWT memperingatkan mereka bahwa adzab-Nya mungkin saja menimpa mereka ketika mereka sedang lalai baik pada waktu tidur pagi hari, maupun pada waktu mereka asyik berfoya-foya, sehingga mereka tidak akan sempat lagi mempersiapkan diri untuk keselamatan mereka.

Surat Al-A’raf ayat 99

اَفَاَمِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُوْنَ

Artinya : “Atau, apakah mereka merasa aman dari siksa Allah SWT yang tidak terduga-duga? Tidak ada orang yang merasa aman dari siksa Allah SWT, selain kaum yang rugi.”

Ayat ini menjelaskan tentang kecaman Allah SWT yang lebih keras terhadap orang-orang yang ingkar. Mereka merasa aman sehingga tidak khawatir dari siksaan Allah SWT yang tidak terduga dan dikemas dalam bentuk yang indah, atau berupa istidraj, yaitu perlakuan-Nya yang diduga baik karena merupakan nikmat dan kebaikan, padahal sebaliknya. Sungguh sangat celaka dan merugi mereka dan siapa pun jika demikian, karena tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah SWT selain orang-orang yang rugi.

والله أعلم بالصواب

SebelumnyaHaul ke-2 al-Syahidah Ning Arina Sabiela binti DR. KH. Fadlolan Musyaffa' Lc., MA, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Adakan Khataman al-Qur'an dan Pembacaan Maulid Burdah SesudahnyaMUQODIMAH

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya