SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Rangkuman Ngaji Bulughul Maram Oleh : DR. KH. Fadlolan Musyaffa’ Lc.,MA. Ahad, 11 Februari 2024

Terbit 11 Februari 2024 | Oleh : Admin | Kategori : Hadist
Rangkuman Ngaji Bulughul Maram Oleh : DR. KH. Fadlolan Musyaffa' Lc.,MA. Ahad, 11 Februari 2024

Hadis oleh Abu Sa’id Al-Khudri
وَعَنْ أَبِيْ سَعِيْدِِ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ۰قَالَ : (اَيُّمَامُسْلِمِِ کَسَا مُسْلِمََا ثَوْبََا عَلَی عُرْيِِ کَسَاهُ اللهُ مِنْ خُضْرِ الْجَنَّۃِ, وَاَيُّمَا مُسْلِمِِ اَطْعَمَ مُسْلِمََا عَلَی جُوْعِ اَطْعَمَهُ اللهُ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَْۃِ, وَاَيُّمَا مُسْلِمِِ سَقَی مُسْلِمََا عَلَی ظَمَأِِ سَقَاهُ اللهُ مِنَ الرَّحِيْقِ الْمَخْتُوْمِ ) رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَفِيْ أِسْنَادِهِ لَيِّنُُ
Dari Abi Sa’id Al-Khudri RA, dari Nabi SAW, Beliau bersabda :”Seorang Muslim manapun yang memberikan pakaian kepada orang Muslim (lainnya) yang tidak mempunyai pakaian, maka Allah akan memberinya pakaian hijau surga. Seorang Muslim manapun yang memberi makan orang Muslim (lainnya) yang sedang kelaparan, niscaya Allah akan memberinya makan dari buah-buahan surga. Dan orang Muslim manapun yang memberi minum orang Muslim (lainnya) yang sedang kehausan, maka Allah akan memberi minum orang itu dari minuman khamar murni yang tertutup rapat (tempatnya).”

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan dalam sanadnya terdapat kelemahan.

Hadis tersebut menjelaskan bahwa Orang Islam yang memberi pakaian kepada saudaranya muslim yang tidak memiliki pakaian, maka Allah akan memberinya pakaian hijau di surga. Orang Islam yang memberi makan saudaranya muslim yang sedang kelaparan, maka Allah akan memberinya buah-buahan surga. Kemudian, orang Islam yang memberi minum saudaranya muslim yang sedang kehausan, maka Allah akan memberinya khamar murni di surga.

Hadis oleh Hakim bin Hizam
وَعَنْ حَکِيْمِ بْنِ حِزَامِِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّی اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : (الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرُُ مِنْ يَدِ السُّفُلَی وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ, وَ خَيْرُ الصَّدَقَۃِ مَا کَانَ عَنْ ظَھْرِ غِنََی, وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ, وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ) مُتَّفَقُُ عَلَيْهِ, وَ اللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ.
Dari Hakim bin Hizam RA, dari Nabi SAW, Beliau bersabda : ( Tangan yang di atas (memberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (menerima), dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu. Sedekah yang paling baik adalah ketika orang yang bersedekah sudah tidak membutuhkan barang yang disedekahkan (berkecukupan). Barangsiapa yang menjaga kehormatannya, niscaya Allah akan memelihara kehormatannya. Dan barangsiapa yang merasa cukup, niscaya Allah akan mencukupkannya )

Hadis tersebut menerangkan bahwa :
-Memberi sesuatu kepada seseorang itu lebih baik daripada menerima dan diutamakan kepada orang yang menjadi tanggungan kita.
-Sedekah yang paling baik yaitu apabila kita sudah merasa cukup atas pemberian Allah.
-Seseorang yang dapat menjaga dirinya, maka Allah akan menjaga kehormatannya
-Seseorang yang merasa cukup atas pemberian Allah, maka Allah akan mencukupkan kebutuhannya.

Hadis oleh Abu Hurairah
وَعَنْ اَبيْ ھُرَيْرَۃَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : (قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيُّ الصَّدَقَۃِ أَفْضَلُ ؟ قَالَ : جُھْدُ الْمُقِلِّ, وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ ) اَخْرَجَهُ اَحْمَدُ وَ اَبُوْ دَاوُدَ , وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ وَالْحَاکِمُ
Dari Abu Hurairah RA, Beliau berkata : ( Ditanyakan (kepada Rasulullah), ‘Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama?’ Beliau bersabda, ‘Sedekah yang diberikan oleh orang yang hartanya sedikit. Dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu’.

Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud, serta dishahihkan oleh lbnu Huzaimah, lbnu Hibban, dan al-Hakim

Hadis tersebut menjelaskan bahwa sedekah yang paling utama adalah sedekah yang diberikan oleh orang yang memiliki sedikit harta dan mendahulukan orang yang menjadi tanggungannya.

Hadis oleh Abu Hurairah
وَعَنْهُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّی اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (تَصَدَّقُوْا , فَقَالَ رَجُلُُ : يَا رَسُوْلَ الله عِنْدِيْ دِيْنَارُُ؟ قَالَ تَصَدَّقْ بِهِ عَلَی نَفْسِكَ. قَالَ عِندِيْ آخَرُُ.قَالَ : تَصَدَّقْ بِهِ عَلَی وَلِدِكَ. قَالَ عَنْدِيْ آخَرُ, قَالَ : تَصَدَّقْ بِهِ عَلَی خَادِمِكَ. قَالَ عِنِْيْ آخَرُ, قَالَ : اَنْتَ أَبْصَرُ بِهِ) رَوَاهُ اَبُوْ دَاوُدَ وَ النَّسَاٸِيُّ وَ صَحَّحَهِ ابْنُ حِبَّانَ وَ الْحَاكِمُ.
Juga dari beliau (Abu Hurairah RA), beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda, Bersedekahlah kalian. Maka seorang lelaki berkata, Wahai Rasulullah, aku punya satu dinar. Beliau bersabda, “Sedekahkanlah untuk dirimu. Dia berkata lagi, Aku punya satu dinar yang lain. Beliau bersabda, Sedekahkanlah untuk anakmu.Dia berkata lagi, Aku punya satu dinar lagi. Beliau bersabda, Sedekahkanlah untuk istrimu. Dia berkata lagi, Aku punya satu dinar lagi.” Beliau bersabda, “Sedekahkanlah untuk pelayanmu.” Dia berkata lagi, “Aku punya satu dinar lagi.” Beliau bersabda, “Engkau lebih tahu (bagaimana menggunakan)nya.
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa’i, serta dishahihkan oleh lbnu Hibban dan al-Hakim

Hadis ini menerangkan bahwa sedekah dapat diberikan kepada diri sendiri dan orang-orang yang menjadi tanggungan kita yaitu anak, istri, pembantu (rumah tangga), dan orang yang membutuhkan.

SebelumnyaRangkuman Ngaji Tafsir Jalalain Surat Al-A'raf: 76-84 SesudahnyaWujudkan Pemilu Damai 2024, Ponpes Fadhlul Fadhlan Adakan Mujahadah Dan Manaqib Bersama

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya