SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

BAB : Menjelaskan Benci Karena Allah

Terbit 10 Oktober 2023 | Oleh : Admin | Kategori : Tasawuf
BAB : Menjelaskan Benci Karena Allah

Rangkuman Ngaji Mauidhotul Mukminin
Selasa, 10 Oktober 2023
Oleh : DR. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA

=================================

بسم الله الرحمن الرحيم.

Ketahuilah setiap orang yang mencintai karena Allah, maka ia akan marah dan benci hanya karena Allah. Ketika mencintai seseorang karena ketaatannya kepada Allah, maka jika suatu ketika orang itu berbuat durhaka kepadanya, maka secara otomatis ia akan marah dan membenci wanita yang dulu dicintainya karena ia telah durhaka kepada Allah Swt. Seseorang yang mencintai karena suatu sebab, maka pasti ia akan marah karena sesuatu yang berlawanan dengan sebab tersebut.

Menampakkan rasa marah dan benci kepada seseorang adalah dengan tidak berbicara, berpaling, menjauh darinya, dan tidak perduli. Hal itu tergantung dengan tingkatan kefasikan dan maksiat yang dilakukan.

Sedangkan kesalahan yang terjadi atas kecerobohan namun ia menyesali perbuatannya dan tidak akan lagi mengulangi, maka yang lebih utama adalah menutupi dan berusaha melupakan kesalah yang telah diperbuat.

Syarat Orang Yang Dijadikan Teman
Sesungguhnya tidak semua orang layak dijadikan sebagai teman. Nabi Muhammad Saw bersabda:
قَالَ : المَرْءُ على دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
_”Seseorang akan sesuai dengan agama teman dekatnya. Maka lihatlah orang yang akan kalian jadikan teman”_.
Orang yang akan dijadikan teman harus memiliki sifat dan keadaan yang memberikan rasa senang berteman dengannya. Secara umum sifat-sifat tersebut ialah orang berakal, berakhlak mulia dan tidak terlalu cinta dunia.

Akal merupakan modal utama dan menjadi pondasi, sehingga tidak ada kebaikan sama sekali berteman dengan orang yang tidak memiliki akal. Karena akan berujung pada kegelisan dan putusnya keharmonisan, meskipun pertemanan itu berjalan cukup lama. “Memutus persahabatan orang yang tidak memiliki akal adalah ibadah kepada Allah Swt.”
والله أعلم باالصواب

SebelumnyaHadiri Harlah ke – 16 Pondok Pesantren Al Anwar 2 Sarang, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. : “Santri Jangan Hanya Alim!” SesudahnyaRayakan Harlah ke-5, Ribuan Santri dan Jamaah Penuhi Area Ponpes Fadhlul Fadhlan Lantunkan Maulidan

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya