SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Rangkuman Ngaji Tafsir Jalalain Surat Al An’am: 146-149

Terbit 17 September 2023 | Oleh : Admin | Kategori : Tafsir
Rangkuman Ngaji Tafsir Jalalain Surat Al An'am: 146-149

Rangkuman Ngaji Tafsir Jalalain
Ahad, 17 September 2023
Oleh : DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA
========================
Surat Al-An’am ayat 146

وَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍ ۖ وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَا أَوِ الْحَوَايَا أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ۚ ذَالِكَ جَزَيْنَاهُم بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ

Artinya : “Atas orang-orang Yahudi Kami mengharamkan semua hewan yang berkuku. Kami mengharamkan pula atas mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, yang ada dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Sesungguhnya Kami Maha Benar.”

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT menghukum orang-orang Yahudi yang mana mereka mengada-ada, mengharamkan hewan yang sebenarnya telah dihalalkan Allah SWT dalam Al-Qur’an, serta menghalalkan hal yang telah diharamkan Allah SWT. Kemudian Allah SWT membalas orang-orang Yahudi dengan mengharamkan atas mereka hewan yang semestinya halal, yaitu semua hewan yang memiliki kuku yang tidak terbelah terpisah seperti unta, sapi.

Surat Al-An’am ayat 147

فَاِنْ كَذَّبُوْكَ فَقُلْ رَّبُّكُمْ ذُوْ رَحْمَةٍ وَّاسِعَةٍۚ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُهٗ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ

Artinya : “Maka, jika mereka mendustakanmu, katakanlah, “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas dan siksa-Nya tidak dapat dielakkan dari orang-orang yang berdosa.”

Ayat ini menjelaskan bahwa diantara rahmat Allah SWT yaitu orang-orang yang maksiat, berbuat dosa, kafir, dan musyrik itu tidak disiksa di dunia, akan tetapi menunggu pengadilan Allah SWT di akhirat. Allah SWT tidak memberi siksaan di muka bumi sekarang, akan tetapi Allah SWT akan menunda siksanya di akhirat, dan orang-orang yang berdosa tidak akan bisa mengelak dari siksaan tersebut.

Surat Al-An’am ayat 148

سَيَقُولُ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا وَلَا آبَاؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِن شَيْءٍ ۚ كَذَالِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ حَتَّىٰ ذَاقُوا بَأْسَنَا ۗ قُلْ هَلْ عِندَكُم مِّنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوهُ لَنَا ۖ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَخْرُصُونَ

Artinya : “Orang-orang musyrik akan berkata, “Jika Allah SWT menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun.” Seperti itu pula orang-orang sebelum mereka telah mendustakan para rasul sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Apakah kamu mempunyai dalil yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka dan kamu hanya mengira-ngira.”

Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang musyrik meng “kambing hitam” kan Allah SWT. Mereka menyatakan bahwa kemusyrikan mereka disebabkan Allah SWT, padahal Allah SWT tidak memaksa orang memeluk agama Islam, tetapi Allah SWT telah menunjukkan jalan yang benar dan jalan yang salah. Jadi kalau mereka memilih jalan yang salah, itu benar-benar pilihan mereka sendiri.

Surat Al-An’am ayat 149

قُلْ فَلِلَّهِ الْحُجَّةُ الْبَالِغَةُ ۖ فَلَوْ شَاءَ لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَ

Artinya : “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Hanya milik Allah SWT-lah dalil yang sempurna. Maka, kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk.”

Ayat ini menjelaskan bahwa sekiranya Allah SWT mau menunjukkan kebenaran kepada orang-orang Yahudi, maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Tetapi karena pilihan mereka sendiri adalah jalan yang salah, maka mereka tidak akan mendapatkan petunjuk.

والله أعلم بالصواب

SebelumnyaSambut Peringatan Hari Kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW, Seluruh Santri PPFF Lantunkan Qosidah Burdah SesudahnyaBab Jenazah

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya