SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 2 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Ribuan Jamaah Banjiri Pesantren Fadhlul Fadhlan Bersama Sandiaga Uno Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Terbit 29 Januari 2023 | Oleh : Team Mdc | Kategori : Berita
Ribuan Jamaah Banjiri Pesantren Fadhlul Fadhlan Bersama Sandiaga Uno Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sabtu 28 Januari 2023, Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI bapak Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. kunjungi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf) Semarang dalam acara “Halaqah Pengasuh Pondok Pesantren dan Pengajian Akbar Mar’ah Shalihah Jawa Tengah” yang bertempat di Masjid Raudhatul Jannah Pesantren Fadhlul Fadhlan.

Hadir hampir 5000 jamaah dari berbagai majelis ta’lim Sejawa Tengah mujahadah Asmaul Husna, Yasin Fadhilah, Maulid Dziba, Manaqiban, Tahlilan, Doa bersama, lalu mauizhah hasanah.
Diakhir kunjungannya, pak Mentri mengelilingi stan-stan UMKM dan BUMP (Badan Usaha Milik Pesantren) Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) yang menawarkan 15 jenis produk mulai dari bidang antaranya trans travel, peternakan kambing, atsiri, fashion, dan berbagai jenis kuliner. Dengan berbagai produk yang ditawarkan PPFF, rupanya menarik perhatian pak Mentri, beliau membeli beberapa produk BUMP-PPFF. “Saya lihat beberapa produk PPFF ya saya tertarik dan langsung beli, seperti makanan dan minuman olahan rosela, telang, binahong, dan buku best seller yang berjudul “Tak Tercerabut Dari Akarnya” ucap beliau. Beliau juga menyampaikan bahwa ada produk-produk BUMP-PPFF yang dapat dikembangkan melalui santri digitalpreneur dan penjualannya dapat meningkat melalui ekosistem digital.

Dengan adanya BUMP-PPFF juga melatih jiwa entrepreneur para santri, hingga kelak mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat di pesantren. Santri PPFF memang diarahkan dan diajarkan dalam berbagai bidang oleh pengasuh DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. Dimana santri tidak hanya paham kitab kuning, pandai berbahasa Inggris dan Arab serta hafal Al-Qur’an saja, namun santri juga dituntut untuk mampu mandiri mengembangkan jiwa entrepreneur dengan harapan kelak mampu berperan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mencetak mental pengusaha, bukan pegawai atau karyawan. Begitulah wejangan kyai kami.

SebelumnyaBUMP Fadhlul Fadhlan Tarik Perhatian Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif SesudahnyaMasa Depan Umat Berada di Tangan Santri || Syekh 'Adil As-Syu'aibi

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya