SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 2 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Rangkuman Tafsir Jalalain Surat Al-Maidah: 34-35

Terbit 12 Juni 2022 | Oleh : Admin | Kategori : Tafsir
Rangkuman Tafsir Jalalain Surat Al-Maidah: 34-35

Kajian Tafsir Jalalain | Al-Maidah: 34-35 | DR. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. | 12 Juni 2022

-Surat Al-Ma’idah: 34

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُواْ مِن قَبۡلِ أَن تَقۡدِرُواْ عَلَيۡهِمۡۖ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ

Artinya: “Kecuali orang-orang yang bertobat sebelum kamu dapat menguasai mereka; maka ketahuilah, bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”.

Ayat ini masih berhubungan dengan ayat sebelumnya yang membahas tentang hukuman bagi orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi.

Pada ayat ini, dijelaskan bahwa bagi yang bertaubat, maka akan mendapatkan pengampunan dari Allah SWT. Akan tetapi, yang perlu digaris bawahi adalah jika ada orang yang bertaubat setelah melakukan kejahatan, yang gugur adalah haknya kepada Allah. Adapun terkait dengan haknya kepada sesama manusia, maka harus tetap dipenuhi. Jadi ketika ada orang yang bertaubat setelah ia ditangkap karena berbuat jahat, maka tidak ada pengaruhnya terhadap hukumannya. Di Indonesia memang tidak memakai hukum Islam. Tetapi esensinya adalah sama, yaitu untuk membuat jera (bagi pelaku) dan takut (bagi orang lain).

-Surat Al-Ma’idah: 35

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَٱبۡتَغُوٓاْ إِلَيۡهِ ٱلۡوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُواْ فِي سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung”.

Bertakwa yang dimaksud disini artinya takutlah akan siksa-Nya dengan jalan menaati-Nya. Sedangkan jalan (wasilah) yang dimaksud disini yaitu jalan yang akan mendekatkan manusia kepada Allah SWT dengan jalan taat dan ibadah.

Sekalipun dikatakan bawah ‘Allah SWT itu lebih dekat dari pada urat nadi manusia’, tapi bisa jadi pada kenyataan dikehidupan nyata, kita lebih dekat dengan syaitan. Oleh karena itu, manusia membutuhkan jalan (wasilah) agar bisa dekat dengan Allah SWT. Yang kaya, yang berilmu, dan yang memiliki jabatan saja bisa jadi jauh dengan Allah SWT kalau tidak menggunakan piranti tersebut sebagai jalan untuk dekat kepada-Nya. Allah SWT dekat, tapi bisa menjadi jauh karena kelakuan manusia itu sendiri.

Wallahu a’lam bis shawab

SebelumnyaTurut Berduka Atas Wafatnya KH. M. Dimyati Rois SesudahnyaMuhadloroh 'Ammah (Kuliah Umum) Bersama  Al Habib Syekh Thariq Ghannam al Hasani dari Lebanon

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya