SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Rangkuman Tafsir Jalalain Surat Al-Maidah: 19-23

Terbit 15 Mei 2022 | Oleh : Admin | Kategori : Tafsir
Rangkuman Tafsir Jalalain Surat Al-Maidah: 19-23

Kajian Tafsir Jalalain | Al-Maidah: 19-23 | DR. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. | 15 Mei 2022

-Surat Al-Ma’idah: 19
يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ قَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمۡ عَلَىٰ فَتۡرَةٖ مِّنَ ٱلرُّسُلِ أَن تَقُولُواْ مَا جَآءَنَا مِنۢ بَشِيرٖ وَلَا نَذِيرٖۖ فَقَدۡ جَآءَكُم بَشِيرٞ وَنَذِيرٞۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ

Artinya: “Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan, “Tidak ada yang datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan.” Sungguh, telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu”.

Rasul (utusan) yang digambarkan datang dalam ayat ini adalah Rasulullah Muhammad SAW yang berjarak 569 tahun dengan Nabi Isa AS yang telah menjelaskan tentang syariat-syariat agama baik tentang hal-hal yang membawa ke surga ataupun yang membawa manusia disiksa di neraka. Oleh karena itu, tidak ada pengampunan lagi bagi orang-orang yang tidak taat dan patuh kepada Allah SWT.

-Surat Al-Ma’idah: 20
وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ يَٰقَوۡمِ ٱذۡكُرُواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ جَعَلَ فِيكُمۡ أَنۢبِيَآءَ وَجَعَلَكُم مُّلُوكٗا وَءَاتَىٰكُم مَّا لَمۡ يُؤۡتِ أَحَدٗا مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan menjadikan kamu sebagai orang-orang merdeka, dan memberikan kepada kamu apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat yang lain”.

Diantara nikmat dan keistimewaan yang pernah didapat oleh umat Nabi Musa AS dan tidak didapat oleh umat lain adalah dengan diturunkannya hidangan dari langit yang berupa manna (istilah untuk menyebut makanan yang manis dan didapat dengan cara yang mudah seperti madu, jahe, biji-bijian, roti, dan sebagainya) dan salwa (burung kecil yang memiliki daging yang lembut dan enak seperti burung puyuh), terbelahnya lautan dan lain-lain.

-Surat Al-Ma’idah: 21
يَٰقَوۡمِ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡأَرۡضَ ٱلۡمُقَدَّسَةَ ٱلَّتِي كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمۡ وَلَا تَرۡتَدُّواْ عَلَىٰٓ أَدۡبَارِكُمۡ فَتَنقَلِبُواْ خَٰسِرِينَ

Artinya: “Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi”.

Dalam tafsir Jalalain, dijelaskan bahwa tanah suci yang dimaksud dalam ayat ini adalah Tanah Syām atau Negeri Syam yang terkadang disebut juga sebagai Suriah Raya, Suriah Palestina, atau Levant.

-Surat Al-Ma’idah: 22
قَالُواْ يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّ فِيهَا قَوۡمٗا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَن نَّدۡخُلَهَا حَتَّىٰ يَخۡرُجُواْ مِنۡهَا فَإِن يَخۡرُجُواْ مِنۡهَا فَإِنَّا دَٰخِلُونَ

Artinya: “Mereka berkata, “Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk”.

Kaum yg digambarkan sangat kuat dan kejam (jabbarin) dalam ayat ini adalah sisa-sisa bangsa Ad yang bertubuh tinggi dan bertenaga besar.

-Surat Al-Ma’idah: 23
قَالَ رَجُلَانِ مِنَ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمَا ٱدۡخُلُواْ عَلَيۡهِمُ ٱلۡبَابَ فَإِذَا دَخَلۡتُمُوهُ فَإِنَّكُمۡ غَٰلِبُونَۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ

Artinya: “Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, “Serbulah mereka melalui pintu gerbang (negeri) itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman”.

Dua orang laki-laki yang dimaksud dalam ayat ini adalah bernama Yusya dan Kalib, yakni dua orang di antara para pemimpin yang dikirim Nabi Musa AS untuk menyelidiki orang-orang yang kejam itu. Dua orang laki-laki itu diberi nikmat oleh Allah SWT berupa tindakan bijaksana sehingga mereka tidak menyampaikan keadaan sebenarnya dari orang-orang yang kejam itu selain kepada Nabi Musa AS karena dikhawatirkan akan menimbulkan ketakutan.

Allah SWT kemudian berfirman kepada mereka untuk masuk melalui pintu gerbang kota dan memerintahkan untuk tidak takut kepada mereka karena mereka (kaum yang kejam) itu tinggal tubuh tanpa hati atau keberanian. Dan hal itu mereka lakukan juga karena yakin akan memperoleh pertolongan Allah SWT dan bahwa Allah SWT pasti akan menepati janji-Nya.

SebelumnyaAcara Halal Bihalal dan Reuni Alumni Santri Kiai Fadlolan di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang SesudahnyaPlacement Test Santri Baru Madrasah Al-Musyaffa' Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya