SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 2 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Tahun Delapan Hijrah

Terbit 11 April 2022 | Oleh : Team Mdc | Kategori : Pasanan
Tahun Delapan Hijrah
Rangkuman Ngaji Khulasoh Nurul Yaqin
Jilid 2
Senin, 11 April 2022
Oleh : Gus Ahmad Syauqi Istiqlaly
=================================
بسم الله الرحمن الرحيم
TAHUN DELAPAN HIJRAH
BAB: PEPERANGAN PEPERANGAN YANG TERJADI , PESAN RASULULLAH TERHADAP TENTARA MU’TAH DAN TERBUKANYA KOTA MEKKAH
1. Rasulullah SAW menyiapkan balatentaranya sebesar 3.000 orang ke mu’tah untuk memerangi golongan yang membunuh Amier (gubernur busra).
2. Sebelum tentara berangkat, Beliau memberi beberapa pesan diantaranya: “kamu nanti akan menjumpai beberapa orang lelaki (pendeta) yang menyendiri dan beribadah dalam gereja, maka janganlah sekali-kali kamu mengganggu mereka, janganlah kamu membunuh orang perempuan, anak kecil, orang tua yang lemah, dan janganlah kamu memotong pohon dan menumbangkan bangunan-bangunan.
3. Setelah balatentara islam sampai di mu’tah, mereka bertemu dengan tentara rum yang sangat besar jumlahnya 150.000 orang yang sedang mempertahankan mu’tah. Maka terjadilah pertempuran yang dahsyat, sehingga terbunuh jenderal Islam yakni Zaid bin Haritsah.
4. Dengan cepat Ja’far bin Abi Thalib mengambil dan memegang bendera perang, terus maju ke medan pertempuran. Walau pedang tangannya terputus ia terus memegang bendera itu dengan tangan kirinya. Tetapi musuh selalu menyerang dan selalu merobohkan bendera yang dibawanya, pedang yang tajam itu di hunus sekali lagi untuk memotong tangan kiri ja’far yang sedang memegang bendera itu kemudian terputuslah kedua tangannya. Walau demikian semangatnya terus berkobar dan menyala, bendera tersebut di tegakkan dengan dirangkul di apit pada dadanya hingga ia menghembuskan nafas yang terakhir. Kemudian bendera itu di pegang oleh Abdullah bin rawahah yang kemudian terbunuh juga. Dan akhirnya bendera itu di pegang oleh pahlawan dan pendekar agama yang gagah yaitu Khalid bin walid .
5. Dengan kepandaian dan keberanian Khalid bin walid bergerak dengan siasat baru hingga musuh mengalami kerugian yang besar dalam peperangan yang dahsyat itu. Kaum muslim menyelamatkan diri dari kepungan musuh kemudian kembali ke Madinah, sesampainya di Madinah Rasulullah SAW memuji Khalid bin walid.
BAB: PEMBEBASAN MAKKAH PADA TANGGAL 20 RAMADHAN
1. Karena kaum quraisy melanggar perjanjian hudaibiah dengan membantu golongan untuk memusuhi Rasulullah SAW, dengan terpaksa umat Islam mengangkat senjata untuk menyerbu dan menaklukan makkah.
2. Rasulullah SAW berangkat ke Makkah dengan 10.000 orang untuk memerangi mereka. Pada waktu itu, Beliau sedang berpuasa tetapi ketika di tengah jalan Beliau berbuka.
3. Di tengah perjalanan pengawal-pengawal tentara Islam tiba- tiba menjumpai Abu Sufyan yang sedang menyelidiki kekuatan dan keadaan tentara islam.
4. Mereka menangkapnya dan menawan kemudian di hadapkan pada Beliau. karena kesadaran dirinya sendiri ia masuk islam. Kemudian Beliau mengampuni atas segala kesalahannya yang sering dia mengganggu Rasulullah SAW sebelum masuk islam.
5. Kemudian Beliau mengirimkan pasukan yang di pimpin Khalid bin walid untuk memasuki Mekkah dari sebelah selatan. Beliau berpesan kepadanya agar jangan menyerang dan menggempur kecuali mereka yang memulai untuk memeranginya. Kemudian mereka bertempur karena oleh karena segolongan kabilah ada yang menghalang halanginya.
6. Rasulullah SAW sendiri memasuki Mekkah dari sebelah utara karena tak ada satu pertempuran.
BAB: HARI INI, ADALAH HARI PENGAMPUNAN
1. Ketika Beliau hendak memasuki negeri Makkah, Beliau bersabda pada pamaAnya ‘abbas: “Tahanlah Abu Sufyan di jalan yang akan dilalui pasukan berkuda, agar dia mengetahui kekuatan serta jumlah tentara islam”.
2. Segolongan demi segolongan memasuki Makkah dengan membawa benderanya yang masing-masing dibawa oleh kepala suku mereka. Setelah dia mengetahui lalu ia menanyakan tiap-tiap kabilah yang masuk kepada ‘Abbas, hingga datang sahabat anshar dengan membawa bendera yang di bawa oleh kepala mereka Sa’d Bin Abi ‘Ubadah. Kemudian ia menemui Abu Sufyan sambil berkata: “Hari ini adalah hari Pembalasan dan hari ini ka’bah dihalalkan untuk di rebut dari kekuasaan kaum quraisy”. Kemudian dijawab: “Baik benar hari perlindungan untuk melindungi ka’bah”.
3. Ketika rasulullah SAW melalui Abu sufyan, ia bertanya pada beliau: “Hai rasulullah! Adakah Tuan memerintah mereka untuk menggempur Kaum mu (kaum quraisy)?”. Kemudian beliau menjawab: “Hari ini adalah hari pengampunan umum dan hari ini adalah hari penghormatan ka’bah”.
4. Kemudian Beliau meminta bendera yang di bawa sa’d dan menyerahkanya kepada putra abu Sufyan. Setelah itu Beliau memerintah sekali lagi pada pasukan anshor agar jangan mendahului menyerang sebelum di serang.
BAB: MENGAMPUNI ITU, KETIKA BERKUASA MEMBALAS DENDAM
1. Ketika Rasulullah SAW masuk dan menguasai negara Mekkah, Beliau mengampuni beberapa orang quraisy yang dahulu perang memusuhi serta mengusir Beliau. Rasulullah SAW memerintah seseorang untuk mengumumkan sabdanya yang berbunyi: “Barang siapa yang memasuki masjid akan aman, barang siapa yang melindungi di rumah abu sufyan maka ia akan aman dan barangsiapa yang menutup pintu rumahnya maka ia akan aman juga”.
2. Akan tetapi kaum quraisy sebelumnya sangat memusuhi, sering menyakiti Beliau dan orang-orang islam mereka bunuh. Sedang sebagian lain masuk islam kemudian Beliau mengampuni kesalahan mereka.
3. Ketika Beliau memasuki masjid Makkah, Beliau memerintah merobohkan berhala dan patung yang tegak berdiri berderet-deret di sekeliling ka’bah. Terdapat 360 buah patung banyaknya, kemudian setelah itu berkumandanglah suara takbir memenuhi angkasa raya dan Beliau bersembahyang di makam Ibrahim dan meminum air zam-zam.
4. Setelah itu Beliau duduk di masjid Makkah, dan menanti apakah perbuatan yang dahulu mereka lakukan kepada Rasulullah SAW yang menyakiti serta mengusir dari negerinya hendak bermaksud membunuhnya dan memeranginya lagi.
5. Beliau bersabda kepada orang-orang quraisy itu:”Hai orang-orang quraisy! apa yang hendak kuperbuat terhadap kamu apakah menurutmu baik?” lalu mereka menjawab:”Baik, Karena tuan adalah saudara yang baik budi dan dari keturunan saudara yang mulia”. Beliau bersabda pula: ” kembali dan pulanglah kamu semua, karena kamu telah bebas dan lepas dari segala tuntutan”
BAB: BERJANJI DAN BAI’AT
1. ketika makkah jatuh ke tangan kuam muslim, Rasulullah SAW berkhutbah yang isinya sebagian besar berisi mengenai hukum-hukum islam.
2. Kemudian semua orang maju satu-persatu berjanji akan memeluk islam. Diantara pemeluk-pemeluk islam yang terpenting pada hari itu ialah: Mu’awiyah bin Abu Sufyan dan Abu Quhafah (ayah Abu Bakar Asshiddiq).
3. Diantara mereka itu ada seseorang lelaki yang menghadap Beliau dengan bermuka pucat dan gemetar karena takut. Beliau bersabda kepadanya: “tenanglah! aku bukan raja, aku hanya putra seorang perempuan yang suka makan dendeng (daging yang dikeringkan)”.
4. Sesudah pembai’atan orang lelaki itu, maka datanglah gilirannya menghadap orang-orang perempuan kepada Beliau mereka berbai’at dengan mengatakan: tidak akan menyekutukan tuhan, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan membuat -buat cerita bohong dan tidak akan berbuat durhaka pada Rasulullah SAW dalam melakukan kebaikan.
5. Kemudian Beliau memerintah pada sahabat Bilal agar adzan di atas Ka’bah. Dan inilah permulaan kemenangan Islam di atas Ka’bah Mu’azh-zhamah.
6. Kemudian Rasulullah SAW mengirimkan pasukan-pasukan untuk merobohkan berhala yang sedang berdiri tegak di kabilah-kabilah itu seperti ‘Uzza, Suwa’ dan Manat.
7. Selama Beliau berada di Mekkah Beliau akan meringkas (Menqashar) shalatnya.
والله أعلم بالصواب
SebelumnyaHadist 138-142 SesudahnyaSedekah Wasiat 33-38

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya