SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 2 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Muqaddimah Kitab Ash-Sholah Fi Al-Hawa’

Terbit 3 April 2022 | Oleh : Team Mdc | Kategori : Pasanan
Muqaddimah Kitab Ash-Sholah Fi Al-Hawa'
Ash-Sholah Fi Al-Hawa’: Kitab Fiqih Panduan Shalat di Angkasa yang Membuat Prof. Quraish Shihab, tertarik memberi pengantar*
Kitab Ash-Sholah Fi Al-Hawa adalah salah satu kitab yang dikarang oleh DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf) Semarang saat beliau masih bekerja sebagai Staf Protokol dan Konsuler KBRI Cairo, Mesir.
Kitab ini berisi tentang tatacara shalat di pesawat atau angkasa yang dibuat atas perintah dari guru beliau, KH. Abdul Wahid Zuhdi. Kitab ini sangat menarik karena dibahas secara luas dan dengan menampilkan pendapat dari 8 Madzhab seperti gaya pembahasan khas diktat kuliah di Universitas Al-Azhar. Sekalipun dibahas terbuka 8 madzhab, namun yang diambil sebagai dasar hukum tetap hanya 4 madzhab besar yang paling banyak diikuti yaitu Madzhabnya Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali.
Kitab yang pertama kali dicetak pada tahun 2007 ini diberi pengantar oleh Prof. Dr. Habib Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A. yang saat itu sudah uasai menjabat Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir. Prof. Quraish Shihab mengaku terkesan dengan salah satu pembahasan tentang pembagian waktu di rembulan yang ada dikitab Ash-Sholah Fi Al-Hawa.
Dalam muqoddimah (pengantar) yang ditulis langsung oleh beliau, Prof. Quraish Shihab menyampaikan tentang banyaknya orang yang menganggap bahwa pembahasan tentang sholat sudah selesai dan sudah jelas sehingga tidak perlu ada pembahasan lagi. Padahal shalat adalah sesuatu yang sangat penting dan sampai kapanpun, shalat akan sangat dibutuhkan karena kehidupan manusia tidak akan lepas dari rasa takut dan berharap (khauf dan raja’). Perasaan takut dan berharap itulah yang akan membuat manusia tergerak untuk berdoa melalui ibadah sholat.
Wallahu a’lam bis shawab..
SebelumnyaMuqaddimah KItab Khulashoh Nurul Yaqin Jilid 2 SesudahnyaBagaimana agar puasa kita lebih bermakna?

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya