SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Rangkuman Tafsir Jalalain Surat An-Nisa:168-171

Terbit 20 Februari 2022 | Oleh : Admin | Kategori : Tafsir
Rangkuman Tafsir Jalalain Surat An-Nisa:168-171
Kajian Tafsir Jalalain | An-Nisa: 168-171 | DR. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. | 20 Februari 2022
-Surat An-Nisa’: 168
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَظَلَمُواْ لَمۡ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغۡفِرَ لَهُمۡ وَلَا لِيَهۡدِيَهُمۡ طَرِيقًا
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus)”.
Kedhaliman yang dimaksud dalam ayat ini adalah kedhaliman kepada Nabi Muhammad SAW dengan menyembunyikan ciri-ciri Nabi Muhammad SAW.
-Surat An-Nisa’: 169
إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٗا
Artinya: “Kecuali jalan ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu (sangat) mudah bagi Allah”.
Apabila orang kafir mengingkari, menutupi, atau mengikuti dengan secara tidak benar kenabian Nabi-Nabinya Allah SWT, maka Allah SWT tidak akan mengampuni dosanya. Mereka sudah diberikan petunjuk dalam kitab sucinya dan juga dalam Al-Qur’an tetapi mereka tidak percaya dan malah mengubah kitab mereka sendiri, maka tidak akan ada lagi jalan bagi mereka selain jalan menuju neraka Jahanam karena kekafiran mereka.
-Surat An-Nisa’: 170
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَكُمُ ٱلرَّسُولُ بِٱلۡحَقِّ مِن رَّبِّكُمۡ فَـَٔامِنُواْ خَيۡرٗا لَّكُمۡۚ وَإِن تَكۡفُرُواْ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمٗا
Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepadanya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana”.
Manusia yang dimaksud dalam permulaan ayat ini adalah penduduk Mekah. Dalam ayat ini Allah SWT menunjukkan tentang betapa Maha Besar Allah dan betapa kerdilnya manusia karena segala yang dilangit dan dibumi adalah kepunyaan Allah SWT baik dalam segi kepemilikan, sebagai makhluk, dan juga sebagai hamba. Bahkan, baik buruknya penciptaan juga Allah SWT yang menentukan. Dan sesungguhnya kekafiran manusia tidaklah merugikan Allah SWT karena sebenarnya keimanan adalah kebutuhan dan kepentingan manusia itu sendiri.
-Surat An-Nisa’: 171
يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لَا تَغۡلُواْ فِي دِينِكُمۡ وَلَا تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡحَقَّۚ إِنَّمَا ٱلۡمَسِيحُ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ رَسُولُ ٱللَّهِ وَكَلِمَتُهُۥٓ أَلۡقَىٰهَآ إِلَىٰ مَرۡيَمَ وَرُوحٞ مِّنۡهُۖ فَـَٔامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۖ وَلَا تَقُولُواْ ثَلَٰثَةٌۚ ٱنتَهُواْ خَيۡرٗا لَّكُمۡۚ إِنَّمَا ٱللَّهُ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ سُبۡحَٰنَهُۥٓ أَن يَكُونَ لَهُۥ وَلَدٞۘ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلٗا
Artinya: “Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga,” berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung”.
Ahli kitab yang dimaksud dalam ayat ini adalah ahli kitab Injil (kaum Nasrani). Dalam ayat ini Allah SWT mengecam kaum Nasrani yang menyekutukan Allah SWT (musyrik) dengan mengatakan bahwa Tuhan itu tiga yakni Allah, Nabi Isa dan ibunya (Sayyidah Maryam). Selanjutnya, pada firman Allah SWT yang menyebutkan bahwa Nabi Isa adalah Kalimatullah (kalimat Allah) itu bukan berarti Nabi Isa adalah bagian dari Allah SWT karena penyebutan Kalimatullah adalah untuk memuliakan Nabi Isa dan bukanlah sebagai dugaan bahwa Nabi Isa adalah anak Allah SWT atau Tuhan bersama-Nya atau salah satu dari Tuhan yang tiga.
Nabi Isa adalah utusan, sama halnya dengan Nabi-Nabi sebelumnya. Penjelasan lain yang membuktikan bahwa Nabi Isa bukan Tuhan adalah karena Nabi Isa terdiri dari jasad dan roh. Sesuatu yang mempunyai roh itu tersusun sedangkan Tuhan Maha Suci dari sifat tersusun dan dari dinisbatkannya tersusun itu kepada-Nya. Allah SWT wujud, tapi wujudnya Allah SWT itu tidak bisa dibendakan.
Wallahu a’lam bis shawab..
Sebelumnya17 Februari 2022 Hari yang Bahagia Untuk Ibu Nyai Hj Fenty Hidayah, S.Pd yang Merupakan Istri dari DR. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf) Semarang SesudahnyaSurprise Tumpeng dari Jamaah Pengajian Ahad Pagi Kepada Ibu Nyai Hj Fenty Hidayah, S.Pd Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf) Semarang, dalam Rangka Memperingati Hari Kelahiran Beliau yang Bertepatan pada tgl 17 Febuari Lalu

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya