SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Syarat-Syarat Wudhu Dalam Kitab Al-Yaqutun Nafis

Terbit 26 Agustus 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Fiqih
Syarat-Syarat Wudhu Dalam Kitab Al-Yaqutun Nafis

Rabu, 26 Agustus 2021

Kajian Al-Yaqutun Nafis
Halaman 16-17
Oleh : DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA

Syarat Wudlu
Syarat wudhu ada 15 yaitu:

1. Islam, orang yang berwudlu adalah orang Islam bukan orang yang beragama lain ataupun orang yang murtad.

2. Tamyiz, anak yang sudah membedakan mana hal baik dan mana yang buruk. Anak kecil dan orang gila yang tidak bisa melakukan hal tersebut maka tergolong belum mumayyiz, begitu juga dengan orang yang sedang mabuk.

3. Suci dari haid dan nifas, maka bagi perempuan yang masih haid dan nifas maka tidak sah wudlunya jika di niatkan untuk ibadah shalat. Jika ingin melakukan wudhu maka di niatkan untuk bersih-bersih atau menyejukkan diri dengan air.

4. Tidak ada sesuatu yang menghalangi sampainya air ke kulit, artinya tidak ada benda lain yang dapat menghambat air ke kulit sebagaimana kutek dan cat.

5. Tidak terdapat sesuatu yang dapat mengubah air, artinya pada anggota wudlu yang akan di basuh atau di usap tidak ada benda yang dapat mengubah sifat air.

6. Mengetahui fardlunya wudlu, maksudnya adalah seseorang yang wudhu harus meniatkan wudlunya untuk ibadah fardlu, jika dia berniat wudlu sunnah maka wudlu nya tidak sah di gunakan untuk ibadah fardlu .

7. Tidak meyakini fardlunya wudlu sebagai sunnah, misalnya ketika seseorang menganggap bahwa membasuh kedua tangan adalah sunah, maka wudlunya tidak sah.

8. Air yang digunakan untuk berwudlu suci, air bersifat mutlak yaitu air yang hukumnya suci dan mensucikan yang dapat digunakan untuk bersuci seperti air hujan, air sungai, dan air laut.

9. Menghilangkan najis ainiyah atau najis yang kasat mata seperti kotoran cicak.

10. Mengalirkan air ke seluruh anggota wudlu, yaitu mengalirkan air ke seluruh anggota yang wajib dibasuh dalam wudlu dan memastikan seluruh anggota wudlu telah rata terkena air.

11. Menyatakan sesuatu peruntukkan wudhu, seperti mengucapkan niat wudhu untuk shalat fardlu.

12. Melanggengkan atau menetapkan niat wudlu secara hukum.

13. Tidak menggantungkan niat, maksudnya adalah ketika seseorang berwudlu yang harus ia lakukan adalah memantapkan niat wudlunya tanpa ragu sedikitpun.

14. Masuknya waktu shalat, artinya wudlu menjadi wajib hukumnya ketika masuk waktu shalat dan bagi seseorang yang terus menerus mengeluarkan najis (dawamul hadats) maka wudhunya harus setelah masuk waktu sholat.

15. Melakukan pembasuhan anggota wudlu secara bertubi-tubi bagi orang yang selalu berhadats, artinya wudhu dilakukan secara runtut dan berurutan di waktu yang sama sebelum anggota yang di basuh kering.

والله أعلم بالصواب
Sekian rangkuman kitab Al-Yaqutun Nafis halaman 16-17 semoga bermanfaat. Nantikan rangkuman materi berikutnya di hari Kamis selanjutnya✨

SebelumnyaBahayanya Memilik Sifat Males SesudahnyaRoan Bersama || Santri Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya