SEKILAS INFO
  • 2 tahun yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
WAKTU :

Tafsir Jalalain Surat An Nisa : 60-63

Terbit 25 Juli 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Tafsir
Tafsir Jalalain Surat An Nisa : 60-63

Ngaos Tafsir Jalalain
Ahad, 25 Juli 2021
Oleh DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA.
An Nisa: 60-63

Pembahasan pengajian hari ini masih berhubungan dengan pembahasan hari kemarin yang menguraikan tentang pertikaian orang Yahudi dan orang Munafiq, dimana orang Munafiq malah mengajak untuk datang kepada Ka’ab bin Asyrof untuk memberikan putusan. Padahal, sang Yahudi paham kalau Ka’ab bin Asyrof adalah toghut (orang yang terlalu banyak dosa dan melampaui batas). Sesungguhnya hal ini menjadi gambaran bahwa orang yang Munafiq pasti akan mencari hakim yang sifatnya sama buruknya dengan dirinya (agar hukum yang diinginkannya bisa terlaksana). Padahal Allah memerintahkan hambanya untuk mengingkari taghut.

Hal ini karena mereka (orang Munafiq) telah disesatkan oleh setan dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya. Tabiat setan ketika menggoda manusia memang sampai jauh, sampai puas, sampai manusia susah menemukan jalan kembali.

Orang Munafiq adalah orang yang paling jelek, orang yang tertutup dari kebenaran, bahkan Allah mengabadikan dalam Q.S An-Nisa ayat 145:

إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ فِي ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا

“Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka”.

Ayat selanjutnya menjelaskan tentang ancaman Allah kepada orang munafiq bahwa mungkin saja Allah akan menurunkan musibah tersebab perbuatan mereka. Akan tetapi, salah satu bentuk dari Rahmatnya Nabi Muhammad adalah umatnya tidak diadzab secara langsung didunia, akan tetapi ditunda sampai di akhirat nanti. Adapun musibah yang menimpa umat Nabi Muhammad hanyalah sebagai bentuk uji coba, bukan adzab. Musibah ini juga tidak hanya menimpa kaum yang bermaksiat, akan tetapi seluruh umat Muhammad.

Wallahu a’lam bis shawab..

SebelumnyaWala' dan Tadbir SesudahnyaMilad MUI (Majelis Ulama Indonesia) Ke-46

Berita Lainnya

0 Komentar

Lainnya